Beranda > Inspirasi, Profil Tokoh > Siapakah Sosok di Balik Sukses UI Kini…?

Siapakah Sosok di Balik Sukses UI Kini…?

Gumilar Rusliwa Somantri

Dibawah kepemimpinannya sejak tahun 2007, peringkat UI (Universitas Indonesia) terus naik dari tahun ke tahun. Kini UI jadi universitas nomor tiga di Asia Tenggara dan 201 dunia. Sebelumnya, UI berada pada peringkat 365 (tahun 2007), naik jadi 287 (2008). UI juga kini menjadi universitas paling kaya di Indonesia dengan Rp. 1,8 Triliun uang beredar disana.

Adalah Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri yang telah membawa UI kini sukses mensejajarkan dengan university terkemuka di dunia.

Laki-laki kelahiran 11 Maret 1963, Sukaratu, Tasikmalaya ini telah membawa perubahan besar didalam bidangnya, dunia perguruan tinggi Indonesia. Berbagai gagasan baru diterapkan untuk menaikan mutu dan citra UI. Dengan keberhasilannya itu, dia layak dikokohkan sebagai entrepreneur kelas dunia yang dimiliki Indonesia yang berasal dari kalangan kampus.

Selain sukses mengangkat derajat UI menjadi universitas berkelas dunia, Gumilar juga sukses dalam mengelola keuangan di universitas tersebut. Sebelum jadi rektor, uang yang berputar di kampus UI hanya mencapai ratusan miliar rupiah. Setelah ia memimpin UI, kini uang yang berputar di UI mencapai RP 1,8 triliun.

Sejak jadi Dekan, ia melihat banyak potensi bisnis yang belum dikelola UI. Padahal saat itu ia melihat banyak uang berputar disana. Mulai dari yang kecil seperti keberadaan kantin, lahan parkir, keberadaan fotocopy dan lainnya. Peluang tersebut kemudian dikembangkan menjadi money online bagi UI yang akhirnya bisa meningkatkan pendidikan dan menaikan kesejahteraan orang-orang yang ada dikampus, mulai dari pedagang, sekuriti, dosen dan lainnya.

Misalnya saat melihat kantin yang belum dikelola dengan baik, Ia kemudian mengajak pengusaha asal Korea untuk membuat foodcourt dengan nama Yong Ma. Dengan jiwa entrepreneurshipnya dan memperbaiki manajemennya, kini omzet para pedagang disana naik tajam. Uang sewanya masuk ke kas universitas.

Awalnya kebijakan tersebut sempat mendapat pertentangan dari pedagang. Oleh mahasiswa dan pedagang, Ia dinilai sebagai rektor yang kapitalis dan tidak memihak pada pedagang kecil. Setelah dipaparkan potensinya, para pedagang tersebut setuju dan balik mendukungnya.

Petugas sekuriti kampuspun tak luput diberdayakannya. Melihat banyaknya kendaraan yang parkir dikampusnya tanpa uang parkir, jiwa entrepreneurnya kembali tertantang. Ia kemudian membuat sistem perparkiran yang memberdayakan sekuriti kampus sebagai petugas.

“Sejak saat itu, tak ada lagi sekuriti yang kancing bajunya naik sebelah,” ujar Profesor lulusan Jerman ini.

Sekarang gaji dosen UI mulai dari Rp 6 juta hingga Rp 30 juta. Dana riset dosen juga dinaikan. Masing-masing mendapat dana sekitar Rp 15 juta.

“Dengan kesejahteraan yang naik, dosen lebih fokus bekerja. Hasilnya dari tahun ke tahun peringkat UI naik di dunia,” kata Gumilar.

Menurutnya, entrepreneurship harus dipahami sebagai value dan culture. Didalamnya ditandai kreatifitas, inovasi, berani ambil resiko, ulet, dan kerja keras. Entrepreneur adalah kultur, penerapannya mulai dari rumah dan kesehari-harian.

“Jiwa entrepreneur ada pada diri seseorang bukan karena faktor genetik,” katanya.

Banyaknya orang Minang, Tionghoa, Pekalongan dan suku lain yang jadi pengusaha, kata Gumilar, bukanlah karena genetik, tapi mereka ulet dan hasil kerja keras kultur masing-masing suku.

“Saya juga lahir dari keluarga pekerja keras. Orang Tasikmalaya secara kultur juga banyak pedagang kredit,” katanya.

Entrepreneur tidak saja ada dibidang bisnis. Entrepreneur ada dimana-mana, di pemerintahan, di swasta, dan lainnya. Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri adalah satu sosok entrepreneur dari kalangan kampus yang terlahir dari kultur keluarga yang menyokongnya menjadi entrepreneur.

Ery Syahrial, Batam Pos

  1. 13 November 2009 pukul 11:52 PM

    Ditengah banyak kasus pemukulan siswa oleh gurunya disekolah, ternyata masih ada kabar yang menyejukan datang dari dunia pendidikan kita ini… Selamat buat UI…

    • 14 November 2009 pukul 12:14 AM

      kan teu sadayana guru kedah nganggo kekerasan Kang 😀

  2. 14 November 2009 pukul 12:07 AM

    Subhanallah patut di contoh Kang 😀

    • 14 November 2009 pukul 12:15 AM

      sayogyana Jalmi anu kieu anu bisa disebut pahlawan anu enyaan tea Kang 😀

      • 14 November 2009 pukul 12:17 AM

        kumaha teu maju, wong anu mimpin na oge berpikir lebih merdeka sanes kitu Kang Cas ? 😳

        • 14 November 2009 pukul 1:42 AM

          Mangga Kang link parantos apik terpasang A/N Kang Casrudi 😀

  3. 14 November 2009 pukul 1:41 AM

    Sayang banget saya ngga lulus di sana, biaya sekolah ngga cukup,xixiixi

  4. 14 November 2009 pukul 1:45 AM

    kang pingback terakhir darimu sangatlah berharga…

  5. 14 November 2009 pukul 1:46 AM

    tul kang, jgn lupa pingback terakhir dari kang casrudi buat pandeglang….

  6. 14 November 2009 pukul 2:03 AM

    thanks banget kang…you rock !!!
    jgn lupa si anton jg, ketinggalan kereta pandeglang tuh…

  7. 14 November 2009 pukul 6:09 AM

    Saya salut, dia berfikir sangat detil. Biasanya yang berfikir detil lebih mudah mendapatkan sebuah peluang. Selain itu berani mencoba dan melihat sisi lain dari sebuah kampus. Bukan pendidikannya yang dijadikan lahan usaha tetapi bidang lain yang digarap, walau UI katanya masih termasuk yang termahal.
    Di balik itu semua dengan lahan yang sangat luas, UI memang membutuhkan biaya yang sangat besar, makanya saya salut sama orang2 yang mengurus sebuah perguruan tinggi.
    Terima kasih kang, banyak pelajaran dari artikel ini.
    Salam sukses selalu 🙂

    • 14 November 2009 pukul 9:22 PM

      Aya nu hilap, hatur nuhun pisan kang tina segala supportnya.
      Salam 🙂

  8. bri
    14 November 2009 pukul 7:16 AM

    hadiiiiiiiiirrrrrrrr……^^

    salam pagii iaa…selamat pagiii 🙂
    dasarnya orang pinterr pasti mudah nantinya mencari peluang^^
    secara dia ituuh prof…
    UI….bri jadi inget guru besar sastra..sapardi djokodarmono “hujan bulanjuni” ^^

    semua yg baru lulus pasti berlomba lomba masuk UI…
    tp syg tesnya hese euy…ahahay
    makasiih iaa kluink udah dipasang….
    maaf baru silatuhrahmi lagii sibri… peace^^

    cu………….

  9. 14 November 2009 pukul 1:14 PM

    Untuk ukuran seorang rektor , Pak Gumilar tergolong masih muda.
    Kalau tak salah ia anak seorang guru SD di Tasik, dan ketika di SMP harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan berjalan kaki. Kini setelah menjadi rektor ia banyak sekali membantu mahasiswanya yang kesulitan keuangan, bahkan konon ada mahasiswanya yang tinggal di rumahnya. Saya mengagumi dia sejak menjadi rektor, karena sebelumnya tidak dikenal. Maaf kalau ada keterangan yang salah monon dikoreksi.
    Terima kasih.
    Salam.

  10. 14 November 2009 pukul 2:07 PM

    euleuh3X
    Baru tahu nih kang cas punya blog yang gratisan, rame jauga kayanya. Tapi perasaan dah pernah kunjungan kesini deh. oke deh anggap saja ini kunjungan perdana saya di blog gratisannya kang cas, ntar di link ya ….
    salaaam

  11. 14 November 2009 pukul 2:22 PM

    the right man on the right place…

  12. 14 November 2009 pukul 3:19 PM

    top leader…

  13. 15 November 2009 pukul 11:10 AM

    Memang membanggakan ya, peningkatan kualitas institusi UI, tetapi apa benar dengan naiknya peringkat itu, kualitas pendidikan di Indonesia secara umum juga bergerak naik. PT lainnya harus banyak belajar dari UI sepertinya.

    OOT; Ini mah mendukung kontes SEO, hihihi…

  14. 15 November 2009 pukul 11:11 AM

    OOT lagi: Kok, lambang pemain sepakbolanya ganti jadi roti sepatu ya? 😉

  15. 15 November 2009 pukul 9:21 PM

    Sukses!, siapakah?… UI…
    pisssssssssssssssss

  16. 15 November 2009 pukul 9:27 PM

    UI pissssssssss

  17. 15 November 2009 pukul 9:34 PM

    kang Cassss…
    panglinggggggggggggggg

  18. 16 November 2009 pukul 2:21 PM

    Ui memang bagus… salud dengannya.
    semoga yang lain juga akan segera menyusul seperti itu!

  19. 12 Desember 2009 pukul 5:34 AM

    Wah, UI ya. Aq malah jadi “malu”, secara “ktp” pernah jadi warganya, coz hingga kini tetep jadi orang awam. Tapi, tetep beryukur sih. Salam.

  20. 20 Desember 2009 pukul 5:53 AM

    Yang kreatip dan inovatip kayak gini yang patut ditiru… 🙂

  21. 8 Januari 2014 pukul 6:09 AM

    Simply wish to say your article is as amazing. The clarity in your post is just spectacular and i can
    assume you’re an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your RSS feed to keep
    updated with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the enjoyable work.

  22. 1 Maret 2014 pukul 3:43 PM

    My partner and I stumbled over here by a different web page and
    thought I should check things out. I like what I see so now i am following you.

    Look forward to going over your web page again.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: