Beranda > Renungan > Baiknya Berkata-kata Yang Baik

Baiknya Berkata-kata Yang Baik

Bila yang dimasukkan adalah kopi, maka yang keluar adalah kopi. Bila yang dimasukkan adalah teh, maka yang keluar adalah teh. Maka bila yang “keluar dari teko seseorang” adalah kata-kata yang meremehkan, cacian, makian, dan seterusnya, saya yakin kita semua tahu bagaimana kualitas orang tersebut.

Kalimat diatas adalah kutipan dari ceramahnya Aa Gym. Patut direnungkan oleh kita…!! bukan Aa Gym-nya yang direnungkan, tapi kalimat-kalimatnya itu lho teman… Banyak diantara kita termasuk saya sendiri sering mengumbar kata-kata yang engga guna. Ternyata buat orang seperti Aa Gym dia bisa meneropong apa yang ada dalam diri kita hanya dengan memperhatikan kata-kata yang keluar dari mulut kita.

Duh, kalau melihat yang lalu-lalu kok rasanya jadi malu sama diri sendiri. Sudah berapa banyak kalimat engga guna meluncur, padahal ada malaikat yang setia mencatat setiap yang kita ucapkan. Kata per katanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Tarus apa dong yang dimaksud kata-kata baik itu?… Dari buku Fikih Akhlak Musthafa al-‘Adawy hal.162 yang dimaksud dengan kata-kata yang baik bukan kata-kata basa-basi yang sering kali menipu. Tapi yang dimaksud adalah kata-kata yang benar dan diucapkan karena mengharap keridhaan Alloh. Kata-kata seperti inilah yang akan memperbaiki perbuatan pengucapnya dan menjadi sebab pengampun akan dosa-dosanya. Dan kata-kata yang baik itu akan menurun kepada anak-cucunya.

Nah… Mulai deh berbenah untuk belajar barkata-kata yang baik. Di dunia blogger sudah tidak aneh tentang berkata-kata. Saling menegur dan penuh rasa hormat. Mudah-mudahan rasa hormat dan simpatik sesama blogger itu bukan semata-mata karena ada udang di balik batu. Tapi karena memang menginginkan keridhaan dari-Nya.

Wassalam

Cari Info :

Lowongan Kerja Terbaru 2010 , atau

Informasi Lowongan Kerja lainnya…

Boleh juga langsung ke Peluang Duit Dari Internet !! !

  1. 12 Juni 2009 pukul 10:15 AM

    Duh, kalau melihat yang lalu-lau kok rasanya

    maksudnya “lalu-lalu” mungkin ya? πŸ˜‰

    *pertamax*
    jadi mau merenung juga. apakah saya blogwalking dan komen2 di blog teman2 bukan karena utk mencari ridho-Nya, ataukah saya memang cuma caper dan ingin blog saya dikunjungi terus menerus.
    lalu untuk apa saya menulis tulisan2 bagus. apakah utk meningkatkan stats blog atau memang karena perhatian saya utk berbagi dan mencari ridho-Nya??

    ah, saya masih banyak belajar.
    trims, postingnya. sangat mengingatkan.

    Β©
    Bener maksudnya “yang lalu-lalu”, makasih koreksinya ya… πŸ™‚

  2. 12 Juni 2009 pukul 11:30 AM

    Iya nih, saya juga harus introspeksi diri, kadang saya berbicara, menulis, berkomentar, kurang memikirkan apakah kata yang saya ucapkan / tulis ini baik? atau mungkin bisa menyinggung orang lain? bermanfaatkah?
    Kang or Bang Cas, saya setuju Berupaya mencari keridhaan Allah SWT adalah yang utama, tapi menulis diblog dengan ihklas dan ridho untuk mencoba berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan ikhlas walau mungkin “basi” dan mencari perhatian orang lain agar mengunjungi blog kita juga bisa merupakan suatu kebaikan? πŸ™‚

    Β©
    Kang, berbagi pengetahuan dan pengalaman itu hal mulia, Nabi kitapun sangat menganjurkan. Apalagi yang diposting bermanfaat. Buat Kang Dede pahalanya akan terus melimpah. Kalau saya berpendapat, ilmu itu engga ada yang basi lho Kang. Kalaupun ilmu itu tidak terpakai lagi, dia akan hilang dari peradaban. Konon ilmu yang pertama kali hilang adalah ilmu pembagian warisan. Yang terakhir akan hilang adalah ilmu solat. Wallohualam bishowab… Terus kalau kita melakukan blogwalking, saya katakan itu bukan cari perhatian, tapi strategi. Dan hukumnya memang harus. Bagaimana kita bisa berbagi kalau kita tak saling mengenal?.

    Itu saja Kang Dede, mohon maap bukan berarti menggurui, tapi sekedar berbagi apa yang saya tahu…

    • 13 Juni 2009 pukul 4:28 PM

      Amin… mudah-mudahan postingan kita bermanfaat (ngarep) :).
      Terima kasih Kang, nuhun katampi pisan, Saya setuju…
      “mulai saatini sy panggil “Kang” rasanya jadi lebih akrab πŸ™‚

      Β©
      Amiiin…
      Yuk kita sama-sama panggil kang… πŸ™‚

  3. 12 Juni 2009 pukul 1:00 PM

    Bener mas, tidak banyak orang sebaik mas Rudi, bahkan dalam hadits dijelaskan, “Jika kalian tidak bisa berkata baik/jujur, lebih baik diam” sayange aku lupa perawinya, tapi itu shohih kok.

    Β©
    Halah ini mas Admine… Saya baik karena Mas Admine juga baik sama saya… πŸ˜€
    Mungkin perawi yang Mas Admine maksud ini:

    Dari Abu Hurairoh rodhiallohu β€˜anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu β€˜alaihi wa sallam pernah bersabda: β€œBarang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

  4. 12 Juni 2009 pukul 2:15 PM

    Sepakat sekali, sama mas casrudi, nih..

    Berbicara yang baik bisa dimulai dengan melatih lisan kita…
    Meski harus diakui terkadang sulit juga melakukan hal itu..

    Makanya terkadang saya lebih senang diam saja daripada berkata yang ‘aneh-aneh’ πŸ˜€

    Β©
    Terkadang menjaga lisan itu berat, apalagi cewek terkenal dengan bawel dan cempreng-nya… πŸ˜€
    Semoga istiqomah ya nenk Poet !!!

  5. geulist133
    12 Juni 2009 pukul 2:53 PM

    nghh, *merenung dulu nih

    Kalo saya malah merasa, kadang suka sok sok menasihati orang lain, padahal sayanya gak bener. akhirnya mereka beres saya masih jadi orgil :mrgreen:
    mungkin saya jenis Teko yang ada saringannya dimulutnya
    walau isinya item dan jelek, karna kesaring jadi bagus. tapi gimana merubahnya ya?

    Β©
    Nenk Geulis cuma butuh introspeksi gimana caranya nasehat-nasehat bijak yang keluar bisa dipraktekin buat diri sendiri…. πŸ˜€ Ga ada yang bisa merubah selain Nenk Geulis sendiri.

    Itu saja neng, mohon maap saya juga masih miskin ilmu… saya juga masih seperti Nenk Geulis, yang penting proses perbaikan diri harus tetap ada…

  6. 12 Juni 2009 pukul 6:27 PM

    hm…

    saya jd kepikiran sama isi blog saya yg isinya gak guna ya,,, 😦

    apakah saya org yg tak berguna.. *merenung*

    • 12 Juni 2009 pukul 8:18 PM

      tidak mungkin dee tidak berguna. manusia diciptakan ke dunia ini ada manfaatnya kok. dan hal ini disebutkan dalam Al-Quran. πŸ˜‰

      Β©
      To : Deeedeee, duh kok merenungnya dalem banget, sampe bilang engga berguna… πŸ™‚ bener kata diLa… pokoknya semangat berbaginya itu lho…
      To : diLa, Makasih udah bantuin jawab… πŸ˜€

      • 16 Juni 2009 pukul 9:40 AM

        aamiin, semoga saya bisa berguna buat yg lain…
        makasih ya, La.. makasih, Mas..

  7. 12 Juni 2009 pukul 8:17 PM

    Mas Rudi.. Tadi aku bagi-bagi hadiah buat pemberi komentar terbanyak diblogku. Blog mas rudi adalah salah satunya. Maen ya mas ke blogku biar bisa ngambil hadiahnya kalo mas mau.

    Β©
    Siap…!!! πŸ˜€
    Makasih ya mas Rudy, saya mau…

  8. 12 Juni 2009 pukul 8:39 PM

    Saya sudah berkata BAIK belum ya???? padahal saya kan orang BAIK !!!! he….3x!!! mudah-mudahan BAIK …….

    Β©
    Amiiin… hehehe.. Mas Ry baik kok, semoga tambah baik… πŸ˜€.

  9. 12 Juni 2009 pukul 9:06 PM

    wah,,berarti tulisan saya selama ini jadi terasa kurang baik ya mas… πŸ˜₯

    Β©
    Ya ampun Rie, hehehe… Saya kan bukan juri, yang saya tahu blognya Ariesre penuh dgn berita bola… πŸ˜€ banyakin berita MU ya !!… πŸ˜†

  10. sakainget
    12 Juni 2009 pukul 9:53 PM

    waduh… apalagi saya ya…?!!!
    komen sana komen sini hanya untuk ‘ngadon nyengir’ ajah
    tulisannya sangat bagus kang – tapi saya masih sedikit bingung.. sy biasa minum kopi koq keluarnya bukan kopi ya..?!!!

    sekalian minta saran, apa blog saya harus dirombak isinya ya, takut tidak diridhoi sama temen2 semua … 😦

    Β©
    hehehe… cuma ada satu kalimat buat Kang Saka, BUKTIKAN HEBATMU !!! πŸ˜€

  11. 12 Juni 2009 pukul 10:07 PM

    Bener sekali mas, pokoknya apapun yang ke luar dari mulut kita, memang lebih baik yang bener-bener/jujur saja. Selagi nggak bisa ngomomomomong bener, lebih baik diam, kata nabi.

    Hop
    ========= Diem ========= Nggak
    ========= Diem ========= Nggak
    ========= Diem ========= Nggak
    Dasar raja ngeyel bin Yahudi πŸ™„ πŸ˜€

    Β©
    Yang terakhir ini apa Mas?… diem engak-diem enggak?… jadi ketawa sendiri…. hehehe… Masalah kejujuran saya percaya sama Mas Wandi… πŸ˜€

  12. 13 Juni 2009 pukul 2:18 AM

    Mas Helem cakil ki kok apa-apa iso to mas? 4ku dadi penasaran jane sampean wong ngendi asline sih omae? πŸ™„ πŸ˜€ Salut deh. Haditsnya di atas bener sekali mas. lho yoiso, nama G ajah yo iso ki to. Tapi nek basa Jawa mesthi rakiso πŸ˜€

    Β©
    Hehehe… Mas Wandi selalu berlebihan, asliku Kuningan… durennya mau dikirim kesana ya?… πŸ˜† asiiik…

    lho yoiso, nama G ajah yo iso ki to. Tapi nek basa Jawa mesthi rakiso

    iku artine opo Mas?… aku ora ngertos… πŸ™„

    • sakainget
      13 Juni 2009 pukul 8:08 AM

      podho ae, kulo sami2 mboten ngertos… πŸ˜†

      Β©
      Ini karma Kang, kita sering nulis (basa sunda) yang Mas Wandi engga tahu… πŸ™‚

  13. 13 Juni 2009 pukul 11:11 AM

    Sy sllu brusha mnjadi lbh baik..n alhamdulillah postingan ini kmbali mngingatkan aq yg lupa.. trima kcih . kbaikan mas telah dctat !

    Β©
    Sama-sama Rio, kita saling mengingatkan ajah ya… πŸ™‚

  14. 13 Juni 2009 pukul 11:48 AM

    posting yg sangat bagus sekali kang.
    utk mengingatkan kita, apakah yg kita katakan telah sesuai dengan niat.
    InsyaAllah semoga kita para blogger dlm menuliskan sesuatu pasti ada manfaatnya ya kang.
    Bukan cuma krn “ada udang dibalik batu” tapi krn niat berbagi ilmu dan pengalaman.
    tulisan ini membuat saya terus ingin berusaha menjadi lebih baik,terima kasih ya kang.
    salam.

    Β©
    Sama-sama Bunda… sukron… πŸ™‚

  15. 13 Juni 2009 pukul 1:02 PM

    setuju mas, ternyata baik tidaknya seseorang itu bisa dinilai dari ucapannya. saya jadi mikir gimana penilaian orang lain tehadap saya yah *sambil mikir-mikir*

    Β©
    Buat poling aja nenk… πŸ˜€ hehehe… Insha Alloh Nenk orange orang yang baik…

  16. 13 Juni 2009 pukul 3:04 PM

    kang casrudi, ada award untuk kang cas, tolong kunjungi blog saya ya utk mengambilnya, salam.

    Β©
    hehehe… makasih Bunda, segera diambil… πŸ˜€

  17. backpackerman
    13 Juni 2009 pukul 6:37 PM

    setuju mas. hohohoho

    Β©
    Mas BP setuju apanya?… πŸ™‚

  18. 13 Juni 2009 pukul 8:05 PM

    woro2.. info2… tau buku JUALAN IDE SEGAR?? bukan promosi… namun ingin berbagi kebahagiaan ilmu. untuk resensinya silahkan klik http://dhila13.wordpress.com/2009/06/13/gara-gara-jualan-ide-segar/

    Β©
    Terima kasih infonya Nenk…

  19. 14 Juni 2009 pukul 9:04 AM

    wwaahh, orang orang diatas Coment nya panjang panjang semua..
    aQ jadi bngung mau coment apaan?@$*!
    hehehe

    Β©
    Hehehe… Anak muda yang jujur… πŸ™‚ trims kunjungannya ya…

  20. masgats
    14 Juni 2009 pukul 9:35 AM

    Kita pikirkan, Kita rasakan, Kita ucapkan, Kita lakukan

    Β©
    Terima kasih kunjungannya Mas…

  21. KangBoed
    14 Juni 2009 pukul 9:45 AM

    Apa yang kamu sembah dan puja dalam hidupmu melekat dalam bathinmu dan keluar dalam tindak tanduk dan perbuatanmu… jika kita penyembah ARRAHMAN dan ARRAHIM maka akan nyata dirimu sebagai penebar Cinta Kasih Sayang di muka bumi..
    Salam Sayang

    Β©
    Terima kasih KangBoed, komennya selalu mencerahkan…

  22. 14 Juni 2009 pukul 1:16 PM

    pikirkan dulu baru berbicara. apakah kata-kata saya ini menyinggung orang atau tidak. salam ukhuwah

    Β©
    Salam Ukhuwah Pak… terima kasih atas kunjungannya… Betul sekali pak apa yang Bapak katakan… Tetapi dalam keadaan tersedak kata-kata yang menyudutkan lawan bicara sering keluar… Intinya tahan omongan dan kontrol emosi… Pak Syaiful insha Alloh lebih mengerti…

  23. 15 Juni 2009 pukul 9:47 PM

    terimakasih…

    Β©
    Sama-sama Mas…

  24. 18 Juni 2009 pukul 10:13 PM

    sering kita (kita apa saya ya?) men’judge’ orang hanya karena kita tdk suka sama orang itu
    jadinya yg keluar kata2 gak mutu…
    harus benahin diri sendiri dulu nih…

    Β©
    Bener mbaq, sedikit-sedikit inget kesalahan bertutur kata kita sama orang lain, insha Alloh bakal memperbaiki mutu pembicaraan… hehe… πŸ™‚

  25. 21 Juni 2009 pukul 2:10 AM

    baik pak baik…semoga kita semua menjadi orang yang baik. baik dalam berkata kata maupun dalam bersikap *ciaahh, setannya kabur*

    Β©
    hehehe… Guuud…….. amin πŸ™‚

  26. 23 Juni 2009 pukul 7:42 AM

    katanya… mulutmu harimaumu…

    ada yang bilang… lidah lebih tajam daripada pedang…

    ada pula yang memberikan surat cinta:
    “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs” [Qaf : 16-18]

    semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kesia2an…^^

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: