Beranda > Renungan > Filosofi Burung

Filosofi Burung

cropped-header-copy.jpg
bukan berfilosofi tentang kopi
karena filosofi kopi sudah milik Dewi Lestari
melainkan tentang burung kecil yang sempat singgah beberapa hari kemarin

========================================================
Sebelumnya perhatikan burung itu !

Diatas ranting ia berpijak, memandang dunia yang menurutnya tempat hinggap sementara. Kemudian ditinggalkannya kapanpun ia kehendaki. Dalam panglihatannya dunia tak lebih sebagai tempat hinggap, makan, istirahat, memadu kasih, tidur, dan bersarang. Ia manut dengan Bukhari yang menyuruhnya mendunia seperti orang asing atau musafir.

Dikala pagi ia terbang mencari makan secukupnya, bukan bernafsu untuk mencari yang lebih dari cukup. Melainkan yang terpenting hari itu bisa pulang dengan kenyang, tak lebih.

Kesadaran membawanya untuk selalu melimpahkan segala sesuatu dari atas tanpa pernah menengadah dari bawah. Kesadaran untuk selalu memberi tanpa pernah meminta. Kesadaran untuk memaknai angkasa kosong sebagai tujuan akhir dari kebebasan yang didambakannya. Kesadaran burung adalah cermin dari jiwa merdeka yang tak sudi bertekuk lutut kepada sesama, meski kepadanya disediakan sangkar emas dan limpahan makanan.

Burung digambar itu menengadah, menghadap keatas dengan mulut yang menganga. Jelas bukan berarti tanpa maksud, sejatinya ia lapar atau bahkan merasakan dahaga yang membuncah. Sekiranya dari kita menyadari, betapa seringnya kita merasakan hal itu. Setiap jasmani yang bernyawa pasti mengalaminya, namun pernahkah rohani kita turut lapar dan dahaga? Apa pula nutrisi yang perlu disuntikanya? Kita sudah dewasa dan semua tahu kedua jawaban itu.

Wassalam

=====================================================

Cari Info :

Lowongan Kerja Terbaru 2010 , atau

Informasi Lowongan Kerja lainnya…

Boleh juga langsung ke Peluang Dolar Dari Internet !! !

Kategori:Renungan
  1. sakainget
    6 Juni 2009 pukul 10:55 PM

    luar biasa kang pilosopina….
    saya asa “kaca-bok” ku tulisan akang….

    memang seharusnya kita tidak punya alasan utk menghindar. selama ini kita selalu banyak alasan kenapa kenapa dan kenapa… kenapa kita hanya berpikir tentang jasmani kita…

    ada sebuah ungkapan yg mungkin rada nyambung :
    men sana in corpore sano
    “kalo beli semen jangan disana, tapi disono” – yg ini mah heureuy 😀

    salut buat mang Jaya ah 😀

    ©
    Duh Kang, engga niat mau nyabok da, ini mah renungan buat saya pribadi. Hidup heureuy, Mang Jaya kemana yah?… saya kangen dongengnya… 🙂

  2. 6 Juni 2009 pukul 11:36 PM

    MMmmmmmm………… Semua renungan sebelum merebahkan diri….

    ©
    Hmmm…. Saya kok jd ngebayangin kediaman Mas Popop yah?… selamat beristirahat mas..

  3. 7 Juni 2009 pukul 1:05 AM

    mampir sebentar nih mas, sebelum tidur dan merenungkan filosofi burung ini.

    ©
    Silahkan Mas, Selamat tidur, semoga renungannya lebih dr sekedar berfilosofi…

  4. 7 Juni 2009 pukul 9:35 AM

    wwaahh…
    filosofi mantap bang..
    muzti diinget teruz nii..

    ©
    Kalau bisa sih turut dipraktekin, sy juga baru belajar merenung… 🙂

  5. 7 Juni 2009 pukul 11:24 AM

    menunggu akan siraman, linangan air kesejukan … terkadang melenakan … jutru dgn berbuat hal itu akan hilang 🙂

    ©
    Saya kok rada engga mudeng ya?… yg hilang itu apa mas?…

  6. 7 Juni 2009 pukul 11:37 AM

    du…h sejuknya membaca postingnya kang, mengingatkan kembali betapa rohani kita harus terus menerus diberi makan dan vitamin agar jasmani kita takluk untuk mau mengucap syukur padaNYA, semoga kita termasuk orang2 yg diberkahiNYa didunia dan akhirat,amin, salam.

    ©
    Salam kembali Bunda,
    Saya postingkan ini untuk pengingat, kalau sy pun masih gersang, orientasi duniawi dan akhirat belum seimbang, lebih cenderung ke dunia yang sifatnya fana. Sy minta koreksi dari Bunda apabila ada kesalahan yg sy perbuat, yg lalu ataupun yg akan datang. (kaya lg lebaran yah… 🙂 )

    • 8 Juni 2009 pukul 5:23 PM

      iya kang casrudi sih kayak lagi lebaran, tapi gak papa juga,saya ikutan maaf lahir bathin ya sengaja dan tidak sengaja kesalahan yg dibuat ( ini bulan apa ya ?), salam.

      ©
      Yg jelas sebentar lagi kita shaum lho Bun… hehehe

      • 9 Juni 2009 pukul 3:12 PM

        nggak, maksudnya kita kok ngomongnya kayak lagi bulan syawal ha…ha…biar cepet dapet rapel ha…ha…matre ya, salam.

        ©
        Hehehe… Saya engga ada rapelan, bersyukurlah kalau Bunda ada.
        ***ehm, makan-makaaan… 😀

  7. 7 Juni 2009 pukul 9:03 PM

    setiap makhluk sesungguhnya memiliki filosofinya masing2. dan saya bangga dengan orang2 yang mampu berfilosofi, karena mereka dapat MAMPU mengambil hikmah dari apa-apa yang ditemuinya di dunia ini. 😉

    ©
    Terima kasih diLa… Filosofinya sy rangkum dari berbagai sumber, sy setuju kemudian sy rubah sedikit gaya tulisannya tanpa mengurangi esensi dr tulisan itu.

  8. 7 Juni 2009 pukul 9:41 PM

    @sakainget
    men sana in corpore sano
    (yang laki di sana, yang cowok di sono,
    yang cewek ame gue).

    @casrudi
    kesadaran bahwa kita selama ini terkungkung oleh hawa nafsu.

    Salam Brrrrr
    MSP – SBY – JK
    (Memang Suka Posting – Si Blogger Yahud – Juga Keren)

    ©
    Mas Celetukan Segar, Terima kasih pencerahannya… Kungkungan hawa nafsu selalu ada disekitar kita, namun selalu ada celah untuk keluar darinya. Kungkungan nafsu pula yg selalu membelenggu kita berbuat kebajikan, mudah-mudahan kita selalu sadar akan hal itu.

  9. KangBoed
    8 Juni 2009 pukul 3:27 AM

    hmm.. hidup hanyalah sekedar permainan dan senda gurau belaka… untuk bebenah dan menata diri… mengingat kembali jalan kembali kepadaNYA
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu 😆

    ©
    Betul KangBoed, saya tak bisa berkata-kata lagi, semuanya sudah KangBoed bahas dengan penuh cinta dan kasih sayang yang… 🙂

  10. 8 Juni 2009 pukul 10:56 AM

    Sulit memahaminya mas 🙄

    ©
    Kalimat-kalimat yang saya utarakan memang masih gersang, jadi maap kalau membuat Mas Wandi bingung … 🙂

  11. 8 Juni 2009 pukul 5:43 PM

    filosofi yg bagus…
    terkadang kita lupa dengan rohani…
    kita juga sampai tidak mengetahui apa yg diinginkan rohani kita…
    selama ini kita hanya memenuhi kebutuhan jasmani kita…
    apakah kita hanya hidup dengan jasmani…

    mulailah mengerti dengan kebutuhan rohani…
    mulailah dengan memberikan apa yg rohani kita butuhkan…

    post yg sangat menarik…
    salam kenal mas..:D

    ©
    Salam kenal kembali Mas Rahasia Search Engine, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk mampir disini, terlebih dengan meninggalkan komentar bijak. Salam,

  12. backpackerman
    8 Juni 2009 pukul 8:24 PM

    saya ingin seperti burung…

    kulonuwun bro rudi.. saya mampir

    ini rumah saya :
    http://justordinaryman.wordpress.com/

    ©
    Kan sering naik burung, menggendong ransel terbang Jakarta-Semarang…. 🙂
    Rumahnya sudah saya kunjungi, saya juga menghaturkan nuhun karna sudah mampir disini… salam,
    .

    • sakainget
      8 Juni 2009 pukul 9:29 PM

      eagle fly freeeeeee…..
      let people seeeeeeee……..
      just make it own your waaaaay……..

      artinya :
      segera buka translatenya gugle 😀

      ©
      eagle fly free………
      Let people see………
      Just make it your own way……..
      Leave time behind………..
      Follow the sign………
      Together well fly someday………

      ***bari jeung teu ngartosss maksadna………. 😀

  13. 8 Juni 2009 pukul 9:00 PM

    haloo bozz…bisa tukaran link gak..? ntar link ente ane pasang di web ane…..ente pasang juga link ane di blog roll

    ©
    Siap Mas, dengan senang hati link-nya saya pasang… Semoga usahanya lancar ya… Terima kasih sudah mau berkunjung dan berkawan.

  14. 9 Juni 2009 pukul 11:35 AM

    iya.. setuju. Ternyata dari binatang kecil seimut burung aja sudah banyak yang bs diambil pelajarannya ya…

    ©
    Iya Non, renungkanlah kalau semesta ini menyimpan banyak misteri yang belum terungkap…

  15. sakainget
    9 Juni 2009 pukul 12:18 PM

    buat kang bing-bin : hati2 kalo ngebahas ‘burung’ – dikhawatirkan ada yg salah persepsi – terutama kaum hawa 😀
    kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr 😀

    ©
    Duh, saya ga niat ke arah sana Kang. Tapi sarannya bagus, insha Alloh bakal hati-hati…
    ngomong² bade kabur kamana Kang?… mertua istri pertama atau istri kedua?… :mrgreen:

    • 9 Juni 2009 pukul 9:48 PM

      Luar biasakang, rohani saya tergugah… filosofinya kena. Jujur saya sangat menyukai postingan seperti ini. SUkses terus Bang!

      @Doraemon eh… sakainget… saya langsung terhabek-habek 🙂 membaca komen-nya… 🙂 salah persepsi gimana Saka?

  16. 15 Juli 2013 pukul 1:04 PM

    you’re in point of fact a excellent webmaster. The website loading velocity is amazing. It sort of feels that you are doing any unique trick. Also, The contents are masterpiece. you have performed a fantastic job on this matter!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: