Beranda > Peduli > Prihatin Kasus Prita Mulyasari

Prihatin Kasus Prita Mulyasari

Duh, pantes di beranda (home) facebook saya hari ini banyak sekali ajakan melalui cause “DUKUNGAN BAGI IBU PRITA MULYASARI, PENULIS SURAT KELUHAN MELALUI INTERNET YANG DIPENJARA

Pertama saya mengabaikan ajakan itu, kemudian tidak lama berselang muncul lagi ajakan yang sama menarik saya untuk bergabung. Dalam hati siapa PRITA MULYASARI? kenapa juga dengan surat keluhannya?

Melalui artikel yang dimuat ndoro kakung saya baru tahu kalau Ibu Prita, 32 tahun, seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang masih balita. Suatu ketika, dia merasa diperlakukan tak layak oleh Rumah Sakit Omni Internasional, Tangerang. Lalu mengirim keluhan lewat email kepada beberapa temannya dan muncul di Suara Pembaca detikcom. Tapi, gara-gara email itulah, ia kemudian digugat oleh Rumah Sakit Omni. Ia dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit itu.

Saya cuma seorang yang prihatin tentang musibah yang sekarang sedang dialami Bu Prita. Suami dan kedua balitanya pasti merindukan keberadaan Bu Prita yang sekarang sedang mendekam di penjara wanita Tangerang sejak 13 Mei 2009.

Bu Prita hanya manusia biasa, seorang konsumen dari wahana publik yang tersedia. Sesuatu yang wajar apabila terjadi ketidakpuasan kemudian mengeluhkannya. Sebuah tanda bahwa masyarakat masih punya keberanian untuk mengungkap fakta. Namun apa yang terjadi apabila kebebasan berungkap fakta itu berujung dibalik jeruji. Siapa yang mau? mungkin juga hal itu akan menimpa kita pada kesempatan lain.

Ndoro Kakung mengatakan Bu Prita bukan seorang teroris. Bukan juga seorang koruptor. Dia bukan pembunuh bayaran. Bu Prita hanya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak balita yang terpaksa mendekam di penjara gara-gara menulis email. Apakah kita hanya akan diam saja dan berpangku tangan?

Mari kita bergandengan tangan. Mari dukung usaha membebaskan Prita lewat upaya penangguhan penahanan dengan cara masing-masing. Minimal hal ini menjadi pelajaran kita kedepannya. Kerikil itu ada dimana-mana. Bisa yang mengadu, Dia yang dipenjara.

Cari Info :

Lowongan Kerja Terbaru 2010 , atau

Informasi Lowongan Kerja lainnya…

Boleh juga langsung ke Peluang Duit Dari Internet !! !

Iklan
Kategori:Peduli Tag:
  1. 3 Juni 2009 pukul 9:53 AM

    Saya juga baru tahu tentang Ibu Prita pagi ini di TV, saya jadi ikut sedih dan juga bingung, apakah salah bila konsumen yang tidak puas lantas mengadukan ketidakpuasannya? akan jadi seperti apa negeri ini? saya ikut mendukung usaha utk ibu prita, salam.

  2. 3 Juni 2009 pukul 11:04 AM

    Saya jadi merasa kalo ini tidak adil, masak gara-gara mengeluh kepada orang tentang ketidak puasannya malah di penjara, sungguh kejam, sedangkan yang korupsi ratusan juta aja berkeliaran! sungguh tidak adil!

  3. 3 Juni 2009 pukul 3:13 PM

    setelah baca suratnya Bu Prita saya jadi prihatin dan ini benar-benar tidak adil, semoga ia dan keluarga diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini. kenapa pihak yang kuat harus menindas pihak yang lemah

  4. 3 Juni 2009 pukul 3:37 PM

    Emank hanya tuhan yg adil. yg berkuasa seenakx aja cih ? apa slahx dia seh ? aq br aj lhat brtax pas pulang skolah..mmm..sungguh terlalu

  5. 3 Juni 2009 pukul 3:40 PM

    pertama kali saya tau dari koran TEMPO terbitan hari Kamis (28/5) yg di kampus sekarang harganya naik 500, jadi 1.500 (penting yah?).

    ya, saya agak geram membaca berita ini. dia cuma konsumen, hanya ingin berbagi. mengeluhkan apa yg dialami. namun kenapa jadi seperti ini? kalo misalnya ibu Prita aja bisa kena tuntutan, bisa jadi akan ada lagi tuntutan seperi ini. dan bisa jadi kita jadi salah satu korbannya. tapi bagus juga saran dari mbah ndorokakung. bahwa kita pun sebagai pengguna internet apalagi seorang blogger dan aktif di milis, harus kerap berhati-hati dalam memilih tulisan. bersikaplah santun dalam menulis.

    yup, mari, dukung ibu PRITA!

    P.S. pak akang rudi, saya terima sarannya. dan saya sudah mem-posting artikel utk halaman sastra inggris saya dengan bahasa indonesia (jadi bilingual sekarang). trims sarannya. jgn bosen kasih saran buat dila. 😉

    • 5 Juni 2009 pukul 10:12 PM

      maaf, mau ralat. berita dari koran TEMPO yg saya baca itu bukan terbitan Kamis, melainkan Jumat (28/5). maaf ya…

  6. humor lucu
    3 Juni 2009 pukul 4:21 PM

    saya kok pingin tahu reaksi pemerintah dan anggota DPR yang katanya berpihak dan mwakili rakyat.

    • 3 Juni 2009 pukul 4:56 PM

      Selamat datang Mas, terima kasih sudah berkunjung…
      Untuk kasus si “Jelata” ini mari kita saksikan apakah reaksi pemerintah setanggap kasus si “Jelita” Manohara…

  7. sakainget
    3 Juni 2009 pukul 4:22 PM

    bener y kang, ternyata peradilan di kita itu masih harus dipertanyakan tentang kredibilitas dan profesionalitasnya. jujur abdi mah kurang percaya ka para pelaku peradilan.
    sy oge mendukung utk segera membebaskan ibu Prita, bener2 peradilan yg tak berperasaan. gimana caranya sy harus mendukung kang? naha sy langsung kirim email wae ka kejaksaan atw kumaha? upami di facebook tiasa, abdi bade add kang rudi heula, punten di confirm nya kang.

    • 3 Juni 2009 pukul 4:40 PM

      @ Semua yang sudah berpartisipasi : Jadi pelajaran buat kita, kalau sepenggal kalimat bisa mengantarkan orang ke dalam sel. Hampir setiap hari kita bergelut dengan tulisan dan bacaan, semoga apa yang kita utarakan tidak merugikan pihak manapun.

    • 3 Juni 2009 pukul 4:44 PM

      @ Kang Saka Merah Putih… : Ada ide engga Kang untuk bergerak?… Kalau saya pengacara mungkin saya sudah ajukan diri jadi relawan, gabung sama rekan advokat. Untuk saat ini cuma bisa nyampein pesan, moga hikmahnya bisa diambil. Add FB nya diantos kang… 🙂

  8. mbahmeong
    3 Juni 2009 pukul 5:50 PM

    kekuasaan, uang dan arogansi vs. rakyat kecil, awam. semoga saja ada bantuan hukum dari pemerintah supaya benar2 jelas siapa yang salah dan yang benar.

  9. Rivanlee
    3 Juni 2009 pukul 9:37 PM

    saya mendukung ibu prita

  10. 3 Juni 2009 pukul 10:23 PM

    ikut prihatin dengan kejadian ini, arogansi kekuasaan yang berbicara…

  11. 3 Juni 2009 pukul 11:19 PM

    Saya juga baru “ngeuh” tadi, ketika hampir semua “tulisan blog teratas di WP” membicarakan tentang Bu Prita. Tapi Alhamdulillah Kang, Bu Prita sekarang sudah bebas bersyarat “tahanan kota”, walau tetap yang kita inginkan Bu Prita bebas dari segala tuntutan pidana. Amin.

    Casrudi
    Amin

  12. 4 Juni 2009 pukul 2:25 AM

    Selama Indonesia masih memakai hukum Jahiliyah, begitulah mas, tidak pernah akan ada keadilan. Keadilan sosial hanya bagi penguasa yang lebih berkuasa. Yang lemah jadi korbannya. Dimana yah, cara kita paling ya menyuarakan keberatan lewat dumay, kalo berani ya mesti copdar kayak demo 🙄 5af, aku bingung mo ngomong apa mas.

    Casrudi
    Sama Mas saya juga bingung harus berbuat apa. Kita berdoa saja untuk kebaikan Bu Prita juga pihak RS Omni nya.

  13. deeedeee
    4 Juni 2009 pukul 6:52 AM

    Update, Mas… Bu Prita sudah keluar dari penjara 🙂 🙂 🙂
    Saya baru denger beritanya kemarin…

    Tapi kayaknya kasus hukumnya masih berjalan…

    Smoga Bu Prita bisa benar-benar bebas dari penjara dan bebas menyusui anaknya kapan aja 😉

    • 4 Juni 2009 pukul 7:25 AM

      Betul Mbaq, kemarin sore pukul 16.oo… Amin atas doanya… 🙂

  14. 4 Juni 2009 pukul 7:16 AM

    Masak seorang Ibu yang menulis tentang pelayanan karyawan atau dokter dan Manajemen RS Omni kepada pembaca, dimasukin ke penjara.

    Hidup ini masih berpihak kepada yang punya modal bukan kepada kebenaran.

  15. 4 Juni 2009 pukul 10:45 AM

    Ayo Dukung Ibu Prita!!!!

  16. ekojuli
    4 Juni 2009 pukul 10:46 AM

    Dukung kebebasan beropini…

    Persidangan Sudah mulai hari ini (4 juni 2009)

    BAGAIMANA KALAU OMNI MENANG? Simak ulasannya:

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/06/04/kasus-prita-mulyasari-2-kalau-omni-menang-apa-yang-terjadi/

  17. aslan rayus
    4 Juni 2009 pukul 10:46 AM

    selamat datang kembali di rumah ibu prita…………
    saran untuk RS OI, kalau mau lebih baik, ya harus legowo nerima kritik…

  18. 4 Juni 2009 pukul 10:47 AM

    Kalo gini caranya bisa2 dua atau tiga tahun kedepan banyak Blogger yang dipenjara gara kritis……….Bahaya Nich!

  19. aslan rayus
    4 Juni 2009 pukul 10:48 AM

    selamat datang kembali di rumah ibu prita……..
    Untuk RS OI, kalau mau lebih baik, ya harus LEGOWO kalau di kritik….

  20. 5 Juni 2009 pukul 6:09 AM

    Bkanx kalo gk slah beliau dpnjara 6 thun dgn denda 1M Ya ? prihatin !

  21. 5 Juni 2009 pukul 10:17 AM

    ikut prihatin mas, semoga keadilan akan menang dalam masalah ini.

  22. 5 Juni 2009 pukul 5:54 PM

    harusnya omni yg digugat menurut saya

  23. 6 Juni 2009 pukul 7:56 PM

    yup…saya setuju ajah komentar temen2…..

  24. KangBoed
    8 Juni 2009 pukul 3:30 AM

    Carut Marut negeri nyang menyedihkan .. cape deeeeh
    Salam Sayang

  25. 9 Juni 2009 pukul 7:43 AM

    BREAKING NEWS !!!

    KEJAGUNG MENILAI JAKSA YANG MEMERIKSA PRITA TIDAK PROFESIONAL, DAN MEMERINTAHKAN PEMERIKSAAN ATAS PARA JAKSA TERSEBUT

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:

    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

    ©
    Wah, terima kasih partisipasi Mas Ono Gosip…
    Salam,

  26. 9 Juni 2009 pukul 10:14 AM

    HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: